Andai Aku Jadi Bupati Buol: Tersakiti (Puisi)
Visi dan misi itu basi Nyatanya yang tersisa hanya janji-janji Pura-pura meyakini Padahal tidak menepati Siapa yang ter…
Visi dan misi itu basi Nyatanya yang tersisa hanya janji-janji Pura-pura meyakini Padahal tidak menepati Siapa yang ter…
“Eh, Nas, cita-citamu mau jadi apa?” tanya seorang gadis yang masih berusia enam belas tahun. Ia terlihat begitu cantik me…
Segala sesuatu yang abadi Akan berubah drastis sesuai yang Ia kehendaki Segala sesuatu yang kau miliki Perlahan akan hilang …
Butuh berapa banyak membaca untuk memahami satu pertanda? Butuh berapa banyak kecewa untuk bisa kembali tertawa? Butuh berap…
Matikah kita? Tidak, kurasa belum. Lantas apa? Tegur sapamu tak lagi terdengar. Hela nafasmu tak lagi terasa. Bentuk wajah…
Sudah dua hari Tante Lita datang dari luar kota. Ia tidak datang sendiri, anak laki-lakinya, Acong ikut serta. Dua hari pert…
Netraku tak lepas dari bangunan kokoh di ujung jalan sana. Memindai sudut demi sudut bangunan tersebut yang dilapisi dengan …
Aku berkaca, melihat ke arah lenganku. Nampak bercak biru itu masih terlihat di sana. Lebam yang kudapat saat bermain di tam…