Telah Sakit Sejak Tiba Di Banggai, Ini Kronologi Meninggalnya Atlet Pencak Silat Kota Palu Di Porprov Sulteng
Porprov Sulteng - Frendi Atmaja Putra atlet cabang olahraga (Cabor) Pencak Silat yang berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) Ke-IX di Kabupaten Banggai meninggal Dunia pasca pertandingan Semi Final melawan Kabupaten Buol.
Atlet yang juga merupakan seorang Anggota Polri berpangkat Bharaka ini bertugas di kesatuan Kompi 2 Bataliyon A Pelopor Satuan Brimobda Polda Sulawesi Tengah ini meninggal di diagnosa oleh dokter karena penyakit Demam Berdarah yang makin memburuk setelah pelaksanaan partai semi final pencak silat Porprov Sulteng tersebut.
Telah Mengeluh Sakit Sejak Tiba Di Kota Luwuk
Dilaporkan sejak Atlet Frendi Atmaja yang sebelumnya tiba di Kota Luwuk dan bergabung dengan rombongan Kontingan Kota Palu di Penginapan Dahlia pada hari Sabtu tanggal 10 Desember 2022, yang bersangkutan memang telah dalam keadaan sakit dengan gejala antara lain demam dan muntah.
Berdasarkan gejala ini, Frendi Atmaja kemudian dirawat jalan di penginapan yang beralamat di Kelurahan Keraton, Kecamatan Luwuk tersebut oleh Dokter Tim Kesehatan Kota Palu.
Dari pemeriksaan, kemudian Tim dokter yang terdiri dari dr. Fauzi dan dr. Ishak Iskanda kemudian memberikan beberapa obat termasuk obat demam dan cairan infus serta menyarankan Bharaka Frendi Atmaja untuk beristirahat sementara waktu.
Meminta Tetap Bertanding Dalam Kondisi Sakit
Di hari pertandingan, Pada Selasa tanggal 13 Desember 2022, Frendi Atmaja meminta Tim Kesehatan untuk melepas selang infus dan memaksa untuk tetap mengikuti pertandingan semi final. Sebelumnya dikabarkan oleh petugas, Tim Kesehatan dan Official telah melarang Almarhum Frendi Atmaja untuk tidak melanjutkan pertandingan.
Karena permintaannya sendiri, maka setelah dilakukan timbangan badan dan pemeriksaan kesehatan, Almarhum akhirnya melangsungkan pertandingan melawan Ahmad Afandi yang berasal dari Kabupaten Buol untuk memperebutkan tiket menuju babak final.
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah yang beristirahat selama sekitar 1 jam di lokasi pertandingan, sekitar pukul 19.30 wita Frendi akhirnya dilarikan ke RSUD Luwuk karena kondisi yang semakin lemas.
Diagnosa Demam Berdarah
Sebelum dilaporkan meninggal di RSUD Luwuk pada hari Rabu, 14 Desember 2022 pada pukul 13.45 WITA, Frendi Atmaja sempat menjalani perawatan di Ruang ICU hingga kemudian didiagnosa oleh Dokter RSUD mengalami demam berdarah dengan kondisi Trombosit di angka 9000/mikro liter darah.
Untuk selanjutnya jenazah Frendi akan berangkatkan ke kampung halaman orangtuannya di Kota Bali, proses kesiapan pemberangkatan jenazah dilakukan oleh Panitia Porprov Sulteng bekerjasama dengan Aparat Kepolisian dan Pemerintah setempat.
> Baca Juga: Pesilat Kota Palu Meninggal Pasca Melawan Atlet Buol Di Semi Final Porprov Sulteng
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari buolonline.com, mari bergabung di Grup WhatsApp "buolonline.com", caranya klik link berikut chat.whatsapp.com/Fmh879BC3ca21UZkH9Wf3X kemudian klik gabung, temukan juga kami di Facebook Buol Online dan Instagram @BuolOnline.
