Sejumlah 3 Alat Berat Excavator di Buol yang Dikelola Koperasi Nelayan Tambak, Dipertanyakan Penggunaannya

excavator-nelayan-perikanan-tambak-kabupaten-buol-sulawesi-tengah

Berita Buol - Pertanggungjawaban penggunaan 3 unit alat berat jenis Excavator yang dikelola oleh beberapa Koperasi Perikanan Tambak untuk para nelayan di Kabupaten Buol dipertanyakan penggunaannya.

Total ada tiga Koperasi nelayan tambak yang mengelola masing-masing 1 unit alat berat jenis Excavator tersebut, yaitu Koperasi Usaha Mitra di Desa Kantanan, Koperasi Perikanan Bandeng di Desa Negeri Lama Kecamatan Bokat dan Koperasi Mina Mandiri Sejahtera yang berdomisili di Desa Lakuan Buol Kecamatan Lakea.

Hal ini dipertanyakan menyusul pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui surat resminya ke Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buol yang berisi tentang permintaan laporan dari Koperasi nelayan tambak perihal pelaksanaan kegiatan program yang berkaitan dengan penggunaan alat berat Excavator tersebut.

Permintaan pelaporan ini dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buol Moh Kachfi Marjuni, Moh. Kachfi Mardjuni, S.Pi. pada Kamis 8 Desember 2022 seperti dilansir dari laporan Insulteng, menurutnya sejak bantuan hibah alat berat dari Kementerian Kelautan Perikanan Pusat itu diserahkan kepada pengurus Koperasi pada tahun 2019 yang lalu belum ada laporan resmi dari koperasi tersebut kepada pihaknya selaku Dinas terkait.

Padahal permintaan laporan tentang pertanggungjawaban penggunaan itu sangat penting untuk lebih mengetahui realisasi pelaksanaan kegiatan program pembuatan tambak nelayan di Kabuapten Buol dengan menggunakan alat berat yang dikelola saat ini oleh tiga Koperasi tersebut.

"Jadi menidaklanjuti surat dari KKP, saya sudah beberapa kali menyurat resmi ke pihak pengurus Koperasi, perihal permintaan laporan tersebut. Tapi surat permintaan itu tidak pernah digubris atau ditanggapi," jelas birikrat yang pernah menjabat sebagai Camat Bokat ini. 

Akibat tidak adanya pelaporan secara administrasi, pihak KKP Pusat maupun Dinas Perikanan, sampai saat ini tidak mengetahui pasti tentang realisasi kegiatan pekerjaan tambak nelayan yang dilakukan pihak Koperasi melalui penggunaan alat berat tersebut.

"Jadi, bagaimana sistem penggunaan alat berat yang dikelola Koperasi dan sudah berapa hektar tambak nelayan yang dikerjakan, belum diketahui jelas sampai saat ini" pungkasnya

Sementara itu ketiga Ketua Koperasi nelayan tambak yaitu Usaha Mitra Desa Kantanan, Koperasi Perikanan Bandeng dan Koperasi Mina Mandiri Sejahtera yang beberapa kali telah dihubungi oleh Insulteng dalam laporannya untuk melakukan konfirmasi via telepon belum dapat dihubungi.

> Baca Juga: Terpaksa Menumpang Di Ruang Kelas, Bantuan Untuk Korban Kebakaran Di Mooyong Terus Mengalir Dari Warga Buol

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari buolonline.com, mari bergabung di Grup WhatsApp "buolonline.com", caranya klik link berikut chat.whatsapp.com/Fmh879BC3ca21UZkH9Wf3X kemudian klik gabung, temukan juga kami di Facebook Buol Online dan Instagram @BuolOnline.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
Kami menerima siaran pers untuk kegiatan sosial dan nonprofit secara Gratis! Pasang Iklan Banner dan Artikel Iklan di Buol Online mulai Rp 350 ribu, untuk Media Partner dan kontrak kerjasama jangka panjang hubungi Admin PT. Buolpedia Media Indonesia di 0822-9631-0002