Abdullah Lamase Ungkap Penyebab Rendahnya Nilai Literasi dan Numerasi Siswa Di Buol
Berita Buol - Pasca keluarnya hasil penilaian Asesmen Nasional Berbasis Kompetensi (ANBK) terhadap mutu pendidikan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Buol, ditemukan bahwa nilai literasi membaca dan kemampuan berhitung (numerasi) para siswa di Kabupaten Buol berada dibawah kompetensi minimum baik untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Menjawab persoalan tersebut, salah satu langkah yang baru saja dijalankan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buol pada awal Desember 2022 ini adalah dengan menggandeng perusahaan PT. Zona Edukasi Nusantara yang memiliki produk Zenius sebagai platform pendidikan berbasis teknologi yang saat ini sedang populer di Indonesia.
Menanggapi rendahnya nilai literasi dan numerasi ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol, Drs. Abdullah Lamase, M.Pd.I kepada media mengungkapkan penyebab nilai literasi dan numerasi para siswa sekolah di Kabupaten Buol di berada bawah standar kompetensi tersebut.
Belum Sukses Menerapkan 8 Standar Nasional Pendidikan
Menurutnya salah satu penyebab tersebut adalah karena Kabupaten Buol saat ini belum sukses menerapkan secara utuh 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022.
"Delapan Standar Nasional Pendidikan, itu ada tiga poin yang sesungguhnya masih menjadi tugas kami Dinas Pendidikan, yaitu Ketenagaan, Sarana Prasarana (Sarpras) dan Anggaran, tiga-tiganya ini kita memang masih memerlukan peningkatan," ungkap Abdullah Lamase.
"Ketenagaan guru kita kan belum merata, belum semua terpenuhi setiap sekolah, yang pensiun banyak penambahannya sedikit, yang kedua Sarana Prasarana, nilai literasi rendah itu juga karena sarana prasarana," sambungnya.
Ketersediaan Komputer Yang Belum Merata
Menurut Abdullah Lamase, Sarana dan Prasarana pendidikan di kabupaten Buol saat ini, khususnya untuk ketersediaan komputer di Sekolah Dasar bahkan belum mencapai separuh dari total jumlah sekolah yang ada, akibatnya sebagian besar siswa belum mengenal komputer secara langsung saat pelaksanaan ANBK yang menggunakan komputer sebagai perangkat utamanya.
"SD (Sekolah Dasar) kita 158, terus kemudian yang tersentuh oleh perangkat IT (Information Technologi) baru 44 sekolah, sementara ANBK itu seluruh sekolah, sehingga ada beberapa sekitar 100 lebih sekolah yang belum tersentuh," jelas mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Buol ini.
"Nah bagaimana caranya anak-anak mau operasikan komputer sementara dia belum menemukan, akhirnya langkah yang kami lakukan adalah memobilisasi ke sekolah yang ada komputer," ujar Abdullah.
Sehingga kedepannya Abdullah berharap, kebutuhan perangkat komputer untuk sekolah-sekolah di Kabuapten Buol dapat terpenuhi, baik melalui penganggaran di daerah ataupun dari kementrian terkait.
"Supaya yang masih 100 lebih sekolah ini untuk SD paling tidak bisa terpenuhi semua, karena program pusat seluruh sekolah harus ANBK, sementara komputernya tidak cukup," harap tokoh pendidikan di Kabupaten Buol ini.
"Iya kekurangan fasilitas, solusi yang tepat yang dilakukan adalah menggunakan perangkat HP (Smarphone Android) pribadi masing-masing" sambungnya.
Lebih lanjut Ia juga mengungkapkan, terkait masalah ketenagaan yang belum maksimal, hal ini menurutnya karena karena kurangnya jumlah guru yang saat ini tersedia di Kabupaten Buol.
"Demikian juga ketenagaan, di Kabupaten Buol guru terhitung masih kurang, baru-baru ini kita mendapatkan kuota P3K itu 669 tapi kemudian tidak bisa terekrut semua karena linearitas, terus kemudian masih 70 guru kita yang di SD dengan pendidikan diploma yang tidak boleh masuk disitu," tutup Abdullah Lamase.
> Baca Juga: Fakta Unik dan Sejarah Mainan Latto-Latto, Hingga Kontroversi Pelarangan Akibat Politik
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari buolonline.com, mari bergabung di Grup WhatsApp "buolonline.com", caranya klik link berikut chat.whatsapp.com/Fmh879BC3ca21UZkH9Wf3X kemudian klik gabung, temukan juga kami di Facebook Buol Online dan Instagram @BuolOnline.
